Rabu, 03 Oktober 2012

Beliau ya Beliau yang itu...

Hari ini Bu Lisa pulang, ya Bu Lisa beliau ibu ketiga aku disini beliau selalu nyayangin aku seperti anaknya sendiri disini, beliau yang mampu membuat aku nyaman setahun pada tingkat ketidaknyamananku dulu dan beliau kini meningkalkanku disaat (memang) aku sudah nyaman. Namun rasanya aku ingin tetap dengannya.
Beliau mengajarkan banyak hal, sungguh banyak hal, beliau yang selalu ngingetin sholat, beliau yang selalu nyemangatin aku belajar, beliau juga yang selalu nemenin aku beli gudeg, beli keperluan bulanan, beliau, ya beliau yang itu. Beliau juga yang selalu sumringah memberi beragam petuah kehidupan. Terkesan berat memang tapi beliau begitu ringan membaginya padaku pada seorang anak yang ia kenal di rantau, negri yang jauh dari tempat asalnya.
Jelas aku akan mengenangnya selalu mengenangnya. Dan kini kamarku hampir plek ketiplek kayak kamar kosnya beliau dulu, ya jelaslah karena sebagian besar barang-barang dulu diwarisin ke aku. Heheh (balik lagi meloww)
Aku kangen ibuuu, walau belum seharipun kita berpisah jarak. Ya tadi pagi beliau pulang. Pulang ke Borneo, pulau kesukaanku. Aku sangat berharap ibu kembali lagi kesini atau aku yang nanti ke sana. Borneo aku kan datang. Datang kepada orang-orang yang aku cinta dan pulau yang aku suka. Akan ku jaga semamangatmu menuntut ilmu  dan cinta kita pada-Nya.

Rabu, 29 Agustus 2012

Setelah Melihat Tukang Sampah

Sejujurnya aku telah kalah, telah kalah bukan hanya satu langkah dua langkah dibandingkan mereka. Aku bahkan kalah berjuta-juta langkah dari mereke. Lihatlah betapa banyak pengusaha-pengusaha sukses di usiaku, atau bahkan setikdaknya mereka yang diusia sembilan belas tahun sudah mampu memberikan 'sesuatu' pada orang-orang yang mereka kasihi. Sedangkan aku? Masih bergulat dengan kata pencarian jati diri. Masih terombang-ambing oleh lingkungan yang lebih sering membawaku pada kebingungan yang tak berujug.
Segera atur langkah, teguhkan pendirian, dan jangan pernah menyerah. Percayalah Dia lebih dekat dari urat nadimu. Mulai saat ini, berubah...

Minggu, 26 Agustus 2012

Buku Hebat

...
Dua buku luar biasa ini yang mengisi liburan semester duaku kali ini. Yang satu merupakan karangan Mahmud Al- Mishri yang merupakan buku shirah shahabiyah, 35 sahabat wanita Rasullah saw. Dan yang kedua merupakan buku fiksi karangan Tere Liye bertajuk "Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah".
Kenapa luar biasa? Buku pertama menyuguhkan wanita-wanita angung yang takkan pernah ditemui bandingannya dimulai dari Khadijah binti Khuwalid ra wanita teragung se-jagat raya, Saudah binti Zam'ah ra wanita dermawan yang hijrah dua kali, 'Aisyah binti Abu Bakar ra yang kesuciannya diumumkan dari tujuh lapis langit dan istri Nabi saw. di dunia dan akhirat, Hafshah binti Umar ra dia adalah seorang ahli puasa dan shalat, Zainab binti Khuzaimah ra sang Ummul Masaakin (Ibunda kaum fakir miskin), Ummu Salamah ra yang kesabaran dan ketabahannya membuahkan balasan yang agung, Zainab binti Jahsy ra yang pernikahannya diatur dari tujuh lapis langit, Juwairiyah bin Al-Harist ra wanita paling berkah bagi kaumnya, Ramlan binti Abu Sufyan (Ummu Habibah) ra yang hijrah dan ketabahannya membuahkan balasan mulia, Shafiyyah binti Huyay ra "Engkau adalah keturunan Nabi, Pamanmu adalah Nabi dan Suamimu adalah  Nabi", Maimunah binti Al-Harist ra "Maimunah adalah wanita yang paling bertakwa dan paling kuat menjaga silahturahmi di antara Kami" (Aisyah ra), hingga Fatimah binti Rasullah saw "kamu adalah pemimpin para wanita surga" (Muhammad Rasullah) dan Halimahas-sa'diyah ra yang dari air susunya tumbuh manusia tersuci di muka bumi. Luar biasa pelajaran yang diajarkan mereka, semoga kita dapat meneladaninya.
Buku keduanya merupakan novel Tere Liye, penulis kesukaanku. seperti biasa beliau mengisahkan kisah biasa yang setelah diangkat berupab menjadi istimewa. Bagaimana tidak tokoh utama yang disuguhkan merupakan seorang pemuda pengemudi sepit bernama Borno (Borneo) pemuda paling lurus hatinya sepanjang Sungai Kapuas, ditambahi kritik sosial, guyonan cerdas, dan kisah cinta yang memikat. Novel ini bukan saja mengubah yang biasa menjadi teramat istimewa tetapi juga membuka mata bahwa cinta itu fitrah manusia. Seperti dalam potongan ceritanya "Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya".

Sabtu, 28 Juli 2012

Analisis Tulisan Tangan

Kemarin malem pukul 23.13, baru beres nonton KICK ANDY. Seru banget, mengenai profesi-profesi unik. Season I nyeritain tentang pelatih anjing yang membuatku jadi pengen punya hewan peliharaan. Season II tentang animal director yang ngarahin hewan pas di TV atau film. Aku baru tahu bahwa dari yang paling besar seperti gajah sampe hewan imut-imut kayak semut yang ada di film-film sesunggahnya tidak asal saja diambil gambarnya, tetapi benar-benar diatur sedemiakian rupa sesuai setting yang memang dibutuhkan. Dan jelas memerlukan kesabaran yang luar biasa.
Season III menurutku yang paling menarik, karena sang narasumber yang merupakan Doktor dibidang biologi (kalau gak salah hehe) beliau awalnya adalah dosen tapi beralih profesi menjadi ahli yang menganalisis tulisan tangan. Pilihan yang sulit bukan? Tapi beliau sangat menikmati profesi barunya, dan nampaknya memang benar-benar mengasyikan. Dari tulisan tangan atau tanda tangan saja kita dapat melihat bagaimana karakter sang penulis, bisa juga melihat keyakinan hidup yang dianutnya, dengan menganalisis tulisan tangan ini juga kita dapat melihat bakat kemampuan dan kita cocok ditempatkan pada pilihan pekerjaan yang seperti apa. Apakah kita cocok menjadi pemikir atau yang actionnya. Salah satu yang beliau contohkan adalah orang yang spasi tulisannya renggang orang itu sulit untuk menerima orang lain yang sebelumnya tidak dikenal. Wahh, cocok bangaet tuh sama aku. Kira-kira jika beliau disuruh menganalisis tulisanku gimana ya? Kalau dari tanda tangan mungkin bisa diliat kalau aku tuh orangnya simple, alias gak mau ribet apalagi kalo urusan baju. Ihhhh, enggak deh.
Oh iya, Bapak yang bernama Bayu ini juga udah nerbitin buku loh, judulnya “AnalisisTulisan Tangan” wah bisa jadi rekomendasi buku yang wajib dibaca tuh. Pasti seru banget. Beliau juga menambakan diawal bukunya, “Selamat datang didunia kejujuran karena tulisanmu mencerminkan dirimu” dengan kata lain tulisanmu itu lebih jujur dari dirimu. Hehe...

Jumat, 27 Juli 2012

Sumedang Kota Kamelang

Lagi di rumah nih, udah hampir dua minggu. Sekarang lagi nonton ParTV  “TV na urang Sumedang” ASIIIK., ;D Oh iya aku sempet takut kalo Ramadan taun kemarin adalah Ramadan full terakhir bareng keluarga tapi Alhamdulilah Allah ngasih izin buat Ramadan full tahun ini. Walau jelas bedanya Ramadan di rantau sama di rumah sendiri. Tapi segalanya tetap harus di syukuri dengan Ramadan di rumah kesempatan untuk birul walidain terbuka lebar, belum lagi kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang pada keluarga tercinta termasuk ke My Lovely Brother Nurhadiana makin besar. Termasuk kali ini dia lagi ngerjain tugas Basa Sunda tuh tentang kawih “Sumedang Kota Kamelang” dan aku jadi terdorong untuk nulis liriknya.

Sumedang Kota Kamelang

Sungkan miang paturay
Kudu paanggang
Kota Sumedang muntangan
Kadeudeuh melang
Sureum teuteup ka hareup
Ku cipanon ngenclang
Naha enung Sumoreang
Pan miang mungkas harepan
                                Tuh Tampomas ulah was-was
                                Piraku rek udar jangji
                                Kakonci ku Palasari
                                Keur Sumedang urang tandang
                                Ka ibu pertiwi urang ngabakti