Rabu, 29 Agustus 2012

Setelah Melihat Tukang Sampah

Sejujurnya aku telah kalah, telah kalah bukan hanya satu langkah dua langkah dibandingkan mereka. Aku bahkan kalah berjuta-juta langkah dari mereke. Lihatlah betapa banyak pengusaha-pengusaha sukses di usiaku, atau bahkan setikdaknya mereka yang diusia sembilan belas tahun sudah mampu memberikan 'sesuatu' pada orang-orang yang mereka kasihi. Sedangkan aku? Masih bergulat dengan kata pencarian jati diri. Masih terombang-ambing oleh lingkungan yang lebih sering membawaku pada kebingungan yang tak berujug.
Segera atur langkah, teguhkan pendirian, dan jangan pernah menyerah. Percayalah Dia lebih dekat dari urat nadimu. Mulai saat ini, berubah...

Minggu, 26 Agustus 2012

Buku Hebat

...
Dua buku luar biasa ini yang mengisi liburan semester duaku kali ini. Yang satu merupakan karangan Mahmud Al- Mishri yang merupakan buku shirah shahabiyah, 35 sahabat wanita Rasullah saw. Dan yang kedua merupakan buku fiksi karangan Tere Liye bertajuk "Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah".
Kenapa luar biasa? Buku pertama menyuguhkan wanita-wanita angung yang takkan pernah ditemui bandingannya dimulai dari Khadijah binti Khuwalid ra wanita teragung se-jagat raya, Saudah binti Zam'ah ra wanita dermawan yang hijrah dua kali, 'Aisyah binti Abu Bakar ra yang kesuciannya diumumkan dari tujuh lapis langit dan istri Nabi saw. di dunia dan akhirat, Hafshah binti Umar ra dia adalah seorang ahli puasa dan shalat, Zainab binti Khuzaimah ra sang Ummul Masaakin (Ibunda kaum fakir miskin), Ummu Salamah ra yang kesabaran dan ketabahannya membuahkan balasan yang agung, Zainab binti Jahsy ra yang pernikahannya diatur dari tujuh lapis langit, Juwairiyah bin Al-Harist ra wanita paling berkah bagi kaumnya, Ramlan binti Abu Sufyan (Ummu Habibah) ra yang hijrah dan ketabahannya membuahkan balasan mulia, Shafiyyah binti Huyay ra "Engkau adalah keturunan Nabi, Pamanmu adalah Nabi dan Suamimu adalah  Nabi", Maimunah binti Al-Harist ra "Maimunah adalah wanita yang paling bertakwa dan paling kuat menjaga silahturahmi di antara Kami" (Aisyah ra), hingga Fatimah binti Rasullah saw "kamu adalah pemimpin para wanita surga" (Muhammad Rasullah) dan Halimahas-sa'diyah ra yang dari air susunya tumbuh manusia tersuci di muka bumi. Luar biasa pelajaran yang diajarkan mereka, semoga kita dapat meneladaninya.
Buku keduanya merupakan novel Tere Liye, penulis kesukaanku. seperti biasa beliau mengisahkan kisah biasa yang setelah diangkat berupab menjadi istimewa. Bagaimana tidak tokoh utama yang disuguhkan merupakan seorang pemuda pengemudi sepit bernama Borno (Borneo) pemuda paling lurus hatinya sepanjang Sungai Kapuas, ditambahi kritik sosial, guyonan cerdas, dan kisah cinta yang memikat. Novel ini bukan saja mengubah yang biasa menjadi teramat istimewa tetapi juga membuka mata bahwa cinta itu fitrah manusia. Seperti dalam potongan ceritanya "Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya".